Pendekar bola

Jagoan Soal Berita Sepakbola Lokal dan Luar Negeri

Tag: manchester city

Pemainnya Pada Cedera, Man City Rugi Hampir 317M

Pemainnya Pada Cedera, Man City Rugi Hampir 317M

Pemainnya Pada Cedera, Man City Rugi Hampir 317M

Nasib sial Manchester City pada musim 2016 / 2017 lalu, ternyata tidak hanya sampai absen meraih trofi di semua kompetisi. Namun juga kerugian materi yang relatif sangat besar, akibat dari banyak pemainnya yang mengalami cedera. Disinyalir ManCity sudah rugi hampir 18 jt Pound atau setara dengan 317 Milyar Rupiah.

Tadinya di awal-awal musim, klub besutan Pep Guardiola itu sudah melakukan start yang oke. Yakni, sukses memenangkan 13 laga pertama di semua kompetisi. Bahkan Man City pun sempat menduduki puncak klasemen sementara Liga Premier, karena performa ciamiknya. Namun, situasi berubah drastis selepas bulan Oktober 2016. Mendadak, performa The Citizen jadi fluktuatif tak menentu. Walau sempat bertarung di jalur juara, toh akhirnya City keok juga saat memasuki bulan Februari 2017. Alhasil, Man City harus puas menduduki ranking 3 di klasemen akhir Liga Premier dengan saldo 15 poin lebih sedikit daripada sang juara, Chelsea.

Tidak cuma gagal menyabet titel di liga domestik, Liga Champion, Piala Liga Inggris, dan Piala FA pun menjadi panggung kegagalan kliub yang bermarkas di Etihad Stadium itu. Sontak Pep pun langsung menjadi sasaran bully di media, lantaran dinilai tak becus mendandani klubnya seperti ia membesut Barcelona serta Bayern Munich.

Disisi lain, Pep ternyata melontarkan pledoi pembelaannya untuk menangkis cibiran publik dan fans erhadap dirinya. Pelatih asal Spanyol berusia 46 tahum itu mengatakan kalau performa City memang tidak bisa maksimal, karena musim lalu klub diserang badai cedera yang parah. Ia pun menyebut satu per satu pemainnya yang harus absen dari kompetisi. Seperti halnya sang kapten, Vincent Kompany yang harus dirawat secara intensif selama 255 hari, lalu Sergio Aguero, Leroy Sane, Raheem Sterling, Gabriel Jesus, dan Bacary Sagna yang semuanya punya cedera parah yang berbeda-beda.

Finansial Man City pun semakin cekak, karena tetap harus menggahi pemainnya yang cedera walau tidak tampil. Berdasarkan informasi dari pers, total gaji yang harus dibayarkan oleh pihak manajemen mencapai angka 18 jt Pound atau sekitar Rp 317 M. Merupakan nominal paling tinggi, jika dibanding klub-klub lainnya yang harus menombok rata-rata 611 rb Pound saja untuk kasus serupa.

Beban tombokan urutan kedua ternyata dipegang oleh klub sekota Man City, Manchester United (MU). Dimana, mereka harus menombok sebesar 17,8 jt Pound atau setara dengan Rp 300 M. Berikutnya disusul oleh Arsenal yang mengaku rugi hingga 16,2 jt Pound, West Ham United dengan angka 13,7 Pound dan terakhir Liverpool dengan angka kerugian mencapai 13,69 jt Pound.

Sang juara, Chelsea sendiri tercatat cuma rugi 6,6 jt Pound. Angka yang relatif sangat kecil, jika dibandingkan dengan Man City.

Badai cedera yang hampir menerpa seluruh klub peserta, memperlihatkan tingkat persaingan yang makin sengit di kancah Liga Premier. Dimana teracatat oleh Telegraph, bahwa angka kerugian rata-rata klub di musim lalu naik 20 jt Pound dibanding dengan musim 2015 / 2016.

Sejauh ini, di Liga Premier tercatat ada sebanyak 713 jenis cedera yang mengancam para pemain. Masa recovery terpanjang yang dibutuhkan bagi pemain adalah cedera punggung yang memakan waktu terapi intens hingga 44 hari.

Man City Garap Aksi Sosial di Bandung

Man City Garap Aksi Sosial di Bandung

Man City Garap Aksi Sosial di Bandung

Sukses di dunia sepakbola, Manchester City kini mencoba untuk melakukan aksi sosial dalam menanggulangi masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Dalam hal ini, Man City bekerjasama dengan Rumah Cemara, Bandung untuk mengatasi masalah-masalah sosial seperti penyalahgunaan narkoba, serta kasus HIV / AIDS. Untuk menjalankan aksinya tersebut, The Citizen didukung oleh pihak maskapai penerbangan Etihad sebagai sponsor terbesar.

Aksi sosial yang dilakukan oleh Man City tidaklah terbatas pada Indonesia saja, namun juga ke berbagai belahan dunia. Belakangan, City yang didukung penuh oleh Etihad sudah siap untuk menerbangkan puluhan pemuda dari Indonesia, Abu Dhabi, Kuala Lumpur, Barranquilla, Cape Town, Sao Paulo, Beijing, Mexico City dan juga Melbourne.

Dari Indonesia sendiri, Man City sudah menampung dan akan membina 2,000 anak jalanan di Kota Kembang. Dimana mereka disinyalir beresiko terlibat dengan penyalahgunaan narkoba. Tentunya sebagai salah satu solusi yang ditawarkan, kegiatan olahraga sepakbola juga akan menjadi bagian dari program pembinaan anak-anak jalanan tersebut.

Diyakini dari para peneliti masalah sosial di Indonesia, sepakbola bisa menjadi salh satu jalan keluar yang baik. Selain sepakbola sudah umum di kalangan masyarakat Tanah Air, jiwa kompetisi yang sehat, kedisiplinan dan sikap sportif akan bisa disusupkan kepada masyarakat luas.

“Sepakbola saya rasa sangat baik. Disini saya bisa belajar untuk lebih disiplin dan punya jiwa leadership. Dampaknya, saya jadi pribadi yang lebih percaya diri dan optimis dalam menjalani hidup”, ujar perempuan yang sebut saja namanya Sarah (23 tahun), salah satu peserta program pembinaan yang dimotori oleh Man City dan Rumah Cemara itu.

“Selain itu, disini saya juga bisa bertemu dengan banyak orang. Sehingga, saya bisa belajar banyak dari mereka”, imbuh Sarah lagi.